Aku benar-benar yakin bahwa inilah jalan Shalah Salim. Kata seorang teman, di kawasan ini terdapat kantor departemen luar negeri Mesir khusus urusan legalisir dan lain-lain.
Kata teman tadi alamatnya tidak jauh dari lokasi pameran internasional. Bagiku kawasan ini tidak asing. Tiap tahun aku pasti mengunjunginya. Di tempat inlah pameran buku internasional digelar. Aku berani katakan, 99,99 % mahasiswa tahu tempat ini. Selain kawasan berburu buku dan temu penulis-penulis ternama, tempat ini juga menjadi arena rekreasi.
Sebenarnya kantor yang lazim didatangi bukan di jalan Shalah Salim ini. Mestinya aku ke jalan Ahmad Urabi, Mohandisin. Sebelum pindah, kantor itu berada di depan asramaku, buus islamiyah. Tentu aku lebih memilih mengurus di Shalah Salim karena jaraknya lumayan dekat dari asramaku.
Bis nomor 65 tujuan distrik H-10 menurunkanku tepat di depan Nadi Sekka, yang letakknya persis di bawah kubri (jalan layang) menuju Ramsis. Kata teman itu, dari Nadi Sekka, aku bisa jalan kaki menuju kantor tersebut. Alhamdulillah jalan besar ralatif lengan. Biasanya sangat sulit menyebrang karena selain padatnya lalu lintas, rata-rata pengemudi Mesir, maaf, kesetanan bila menyetir. Apalagi sopir angkutan umum yang mengejar setoran. Nyaris tak mengindahkan pejalan kaki. Seenaknya saja melaju dan benar-benar mengerikan. Baca entri selengkapnya »